Pages

AHLAN WASAHLAN.YOU'RE IN MY TERRITORY~

"Dunia ini adalah perhiasan dan seindah-indah perhiasan adalah wanita solehah" (Hadis Riwayat Muslim)

Saturday, April 16, 2011

layakkah aku?

Bismillahirrahmanirrahim..

“Aku ingin mencintaimu dalam diam seperti cintanya Ali pada Fatimah dan cintanya Fatimah kepada Ali”

Ungkapan diatas membuatkanku melayang menuju masa yang masih tertutup tabirnya. Ke mana cintaku akan ku labuhkan. ^_^

Aku ingin dicintai seperti Rasulullah mencintai Khadijah, aku ingin dicintai selayaknya Ali mencintai Fatimah. Cinta yang tak terbahagi.Terlampau tinggi kah angan2ku?

Tapi keinginan itu membuatkanku menatap diriku, apakah aku semulia Khadijah hingga Rasulullah amat kasihkannya. Apakah aku semulia Fatimah hingga Ali begitu setia padanya?

Tidak sama sekali, aku tidak semulia khadijah ataupun fatimah. Tapi inilah aku, hanyalah manusia yang hina yang tidak punyai apa2..ku hanya ingin mencari keredhaanNya..

Kadang2 diriku terfikir, layakkah aku hingga berani menginginkan cinta seperti Rasulullah SAW dan Saidina Ali?

Yang kutahu ku amat mencintaimu..Namun cintaku padamu tidak melebihi cintaku padaNya dan pada utusanNya yg mulia..

Ku hanya mampu berdoa.biarpun dirimu tidak mengetahuinya namun sudah cukup hanya Dia dan diriku mengetahuinya

Andaikata sememangya drimu yang bakal bersama2 denganku di syurga firdausi,aku sangat bersyukur kpd Allah.

Andaikata kau diciptakan bukan untukku,aku redha dgn ketentuanNya.

Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu dan yang terbaik buatku..“..barangkali kamu membenci sesuatu,padahal ia baik bagimu…dan barangkali kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu…Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
(Al-Baqarah: 216)


Dan sesungguhnya hatiku dan hati mu dipegang olehNya.dan kuserahkan semua urusan ini padaNya Sang Pembolak – Balik hati ^_^

Semoga tabir ini segera terbuka..Allahumma Ameen


mujahid idaman =)

2 comments:

  1. adeqmu yg tulus^^)April 17, 2011 at 12:25 PM

    sys kusertakn kisah ini utk dikongsi..Dia seorg muslimah yg senantiasa t'jaga. Hari2nya senantiasa diisi dgn kegiatan b'makna.. Apalagi kalau bkn mengisi kajian, membaca buku, menulis tausyah dan sebagainya.

    Suatu hari, ia memiliki mslh dakwah yg sgt besar.ia bingung, kpd siapa ia harus meminta bantuan...dia hanya bisa memohon dalam sujud pjgnya agar segera diberi jalan keluar terbaik.
    Tak berapa lama... Ia dikenalkan dengan seorang ikhwan,ikhwan t'sebut m'berikn bantuan solusi mengenai problem dakwah yg dialaminya.
    Saat itu dia benar2 berterima kasih serta mengucap rasa syukur sedalam-dalamnya... Krn perlahan2 mslh dakwah yg sdg dihadapi menemui titik terangnya.
    Namun, stlh titik terg ditemui.. t'nyata menambah sebuah mslh baru. Bagaimana tidak, kedekatannya dgn sang ikhwan tersebut.. t'nyata memunculkan benih2 cinta dlm hatinya.
    Sungguh, sebenarnya dia tak mau memiliki rasa sprti itu, ia pun buang jauh-jauh bayangan tentg ikhwan tersebut yg sbnrnya sudah menganggapnya seorang kakak.hanya sebatas kakak.
    Tapi, apa nk dikata... rasa kagum krn kefahaman t'hdp ilmu agama serta keshalihan ikhwan itu ternyata mampu mengalihkn keimanannya. hidupnya jadi tak bersemangat lagi.. Kalau dulu, ia bersujud pnjg krn rasa khouf-nya yg ada.. kini dlm sujud pnjgnya brgenangan air mata, ingin disatukannya ia dengan ikhwan tersebut.
    Sampai suatu hari,Ia terus menangis dan menangis tak tahan lagi t'hadap kekusutan perasaannya.ditakuti rasa itu akan semakin mencengkeramnya dengan kuat dan akhirnya terbius oleh hawa nafsu syaitan.
    temannya menyarankn, untuk cuba berterus terg terhadap ikhwan tersebut akan perasaannya yg sebenar2nya.kalau perlu langsung menawarkan diri untuk minta dinikahinya. Bukankah Siti Khadijah juga menawarkan diri kepada Rasululloh, hanya saja melalui seorang perwakilan? Apakah menawarkan diri ini disampaikan melalui perwakilan atau secara langsung oleh diri sendiri terserah, asalkan caranya baik & sesuai dengan syariat Islam. Bila ingin maju tanpa perwakilan tentu harus siap dengan satu syarat: harus siap mental!.
    dia akhirnya paham dan memberanikan diri untuk menawarkan diri terhadap ikhwan tersebut, tentu minta untuk dinikahi.. bukan untuk dipacari. Dan ia sudah siap dengan berbagai kemungkinan yg akan terjadi. Tapi bismillah saja lah, pikirnya.katanya,bukan aku meminta pada ikhwan tersebut tapi sebenar-benarnya aku meminta pada Sang Pemilik ikhwan tersebut (red. Alloh)

    Dan setelah beberapa lama,temannya mendapat kabar darinya.. bahwa ikhwan tersebut telah menikah, dengan akhwat yg lain.
    dia begitu tegar.. dan mengatakan "Aku sudah menawarkan diri pada ikhwan tersebut, tapi ikhwan tersebut justru menyerahkan undangan pernikahannya padaku. Aku mungkin telat menawarkan diriku padanya, tapi sungguh aku yakin bahwa jodohku tak akan pernah tertukar oleh siapapun".
    Kata-katanya begitu menghujam kalbu temannya.Ia sungguh wanita sholehah..ia akan mendapatkan jodohnya yg terbaik kelak.
    ***
    ia prnah menceritakan pada temannye bahwa ia sempat ta'aruf namun gagal hingga kedua kalinya. Dengan hanya karena sebuah alasan, bahwa temanku itu adalah seorang "Aktivis". wanita seperti dia, bisa ditolak ikhwan hanya karena alasan itu??!! Huhh..!! Jarang-jarang kan ada wanita yg seperti ini, sudah cantik, sholehah, pemahaman ilmu agamanya banyak dan aktifis dakwah pula. Apalagi yg dicari dari para ikhwan tersebut?!
    Tapi sekali lagi, tak ada rasa kekecewaan yg muncul dari dirinya.
    ***
    stlh itu surat undangan pernikahan berwarna merah telah berada di genggaman tangan temannya.akhirnya..
    Dan sungguh benar janji Alloh, "wanita-wanita yg baik untuk laki-laki yg baik dan laki-laki yg baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yg baik…” (QS. An-Nur: 26).

    Ternyata apapun yg telah Alloh tetapkan bagi manusia merupakan hak-Nya, pasti ada hikmah besar di dalamnya, tergantung bagaimana kita menyingkapi.

    ReplyDelete
  2. jazakillah atas perkongsian.may Allah bless =)

    ReplyDelete